Minggu, 08 Mei 2011

The Rescuers

The Rescuers

The Rescuers ("Si Penyelamat") adalah sebuah film animasi produksi Walt Disney Productions yang dirilis ke bioskop oleh Buena Vista Pictures pada 22 Juni 1977. Film ini merupakan film ke-23 dalam rangkaian film animasi klasik Walt Disney. Film ini dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama ditulis oleh Margery Sharp. Ceritanya disutradarai oleh Wolfgang Reitherman, John Lounsbery, dan Art Stevens.
Film ini tentang dua tikus bernama Bernard dan Bianca, yang harus menyelamatkan seorang anak kecil yatim miskin yang bernama Penny dari tangan penjahat pemilik rumah gadau bernama Madame Medusa.
Film ini memakan biaya 1,2 miliar dolar AS. Eva Gabor, Bob Newhart, Geraldine Page, Jim Jordan, dan Joe Flynn berperan dalam pengisian suara di film ini.
Sekuel film ini, The Rescuers Down Under, dirilis pada tahun 1990. Film ini berslogan Two tiny agents vs. the world's wickedest woman in a dazzling animated adventure!

Sinopsis

Seorang gadis miskin kecil bernama Penny diculik oleh seorang pemilik pegadaian yang jahat bernama Madame Medusa. Medusa Penny perlu mendapatkan intan yang disebut Devil's Eye karena dia adalah satu-satunya yang cukup kecil. Penny mengirimkan sebuah pesan dalam botol bantuan dan dihanyutkan di sungai. Para Rescuers mendapatkan pesan ini. Perkumpulan tikus ini ingin memecahkan masalah ini. Miss Bianca yang cantik, seorang wakil Hungaria, mengambil tugas itu sendiri, dan banyak wakil tikus laki-laki ingin ikut dengannya. Tetapi menjadi keheranan semua orang, Bianca memilih Bernard si penjaga tumah. Di punggung Orville si burung, mereka terbang Rawa Maut, di mana Penny terjebak. Mereka menyelamatkannya dari kuku-kuku Medusa dan setelah mereka lolos dari mulut buaya Medusa, mereka pulang bersama Penny. Penny menjadi pahlawan, dan Bernard dan Bianca berangkat pada misi baru.

Distribusi

The Rescuers mengalami peluncuran perdananya di bioskop pada tanggal 22 Juni 1977. Kemudian film ini diluncurkan ulang pada tanggal 16 Desember 1983. Peluncuran perdananya di video format VHS terjadi pada tanggal 18 September 1992 bawah Walt Disney Classics. Kemudian film ini diluncurkan ulang pada tanggal 5 Januari 1999, namun rilis ditarik kembali tiga hari kemudian dan diterbitkan kembali pada tanggal 23 Maret 1999 karena ada gambar wanita topless di suatu frame yang memicu kontroversi. Pada 20 Mei 2002 versi DVD diluncurkan untuk pertama kalinya.
Sumber-sumber menyatakan bahwa film ini bersama dengan sejumlah kecil film-film Disney lainnya, telah ditambahkan pada jalur Diamond Collection Walt Disney Home Entertainment yang prestisius tersebut dan dengan ini akan dirilis dalam format DVD dan Blu-ray pada tanggal 12 Maret 2013.[1]

Tokoh-tokoh

  • Bob Newhart sebagai Bernard: salah satu tikus yang menyelamatkan Penny. Dia memiliki ketakutan untuk angka 13.
  • Eva Gabor sebagai Miss Bianca: wakil dari Hongaria untuk Rescue Aid Society. Dia pergi dengan Bernard untuk menyimpan Penny.
  • Geraldine Page sebagai Madame Medusa: perempuan yang mengerikan yang ingin mendapatkan Devil's Eye. jelas dia hanya peduli tentang dirinya, dan bahkan tidak berbagi dengan berlian Mr. Snoops.
  • Michelle Stacy sebagai Penny: gadis yatim yang diculik. Dia adalah harapan yang terlihat oleh seorang bintang di langit.
  • Joe Flynn sebagai Mr. Snoops: Medusa's pemihak.
  • John McIntire sebagai Rufus: sebuah tua kucing yang dikatakan Bernard dan Bianca tentang Madame Medusa.
  • James MacDonald sebagai Evinrude: sebuah capung yang bantu Bernard dan Bianca
  • Jim Jordan sebagai Orville: sebuah albatros yang menerbangkan Bernard dan Bianca ke tujuan mereka.

WALL-E

WALL•E

WALL•E adalah sebuah film animasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Tokoh utama dalam film ini adalah sebuah robot yang bernama WALL•E. Film ini dirilis pada tanggal 27 Juni 2008. Film yang disutradarai oleh Andrew Stanton, yang sebelumnya menyutradarai Finding Nemo dan memenangkan Academy Award untuk kategori film animasi. Jim Morris, yang sebelumnya bekerja untuk Lucasfilm, menjadi produsernya. Karakter-karakter dalam WALL•E, sebagian besar suaranya tidak disuarai oleh manusia, tetapi oleh suara mekanik.

Cerita

Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan "raksasa" Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright (Fred Willard) selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.
Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL•E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL•E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL•E yang masih berfungsi.
Berabad-abad kehidupan telah dilalui oleh WALL•E, sehingga ia memiliki kecerdasan yang lebih baik dan rasa keingin-tahuan. Ia gemar mengoleksi barang-barang yang menarik di tumpukan sampah yang memenuhi Bumi, mengambil onderdil untuk suku cadangnya dari WALL•E lain yang sudah tidak aktif. Ia sering menonton film musikal tahun 1969 yang berjudul Hello, Dolly! dari kaset video. Video lainnya yang ia nikmati adalah Put on Your Sunday Clothes, dan adegan berpegangan tangan dalam video "It Only Takes a Moment" yang mengajarnya memiliki perasaan.
Pada suatu hari, WALL•E menemukan sebuah bibit tumbuhan, lalu menanamnya dalam sebuah sepatu usang. Tidak lama kemudian, sebuah kapal luar angkasa mendarat di Bumi dan mengeluarkan EVE (Elissa Knight), sebuah robot perempuan yang dikirim oleh pesawat raksasa yang bernama Axiom, ia diprogramkan untuk mencari tanda-tanda kehidupan flora di Bumi. WALL•E jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, EVE juga mengagumi kepribadian WALL•E. Sungguh disayangkan, ternyata cinta WALL•E tidak terbalaskan, karena EVE diprogramkan untuk mencari keberadaan tumbuhan di Bumi. Saat WALL•E menunjukkan bibit tumbuhan yang ditemukannya kepada EVE, EVE menyimpan bibit itu ke dalam tubuhnya, setelah itu EVE menjadi non-aktif secara otomatis. WALL•E berusaha melindungi tubuh EVE yang tidak berstatus non-aktif sampai EVE diambil kembali oleh pesawat yang mengantarnya ke Bumi. Dengan rasa gelisah dan panik, WALL•E mengejar pesawat itu. WALL•E berhasil menyusup ke dalam pesawat Axiom.
Setelah berabad-abad hidup dalam mikrogravitasi, manusia di pesawat Axiom banyak kehilangan kalsium, sehingga membuat mereka menjadi sangat gemuk dan tidak mampu berdiri atau berjalan. Aktivitas manusia sepenuhnya dilayani oleh robot. Pilot pesawat Axiom adalah Kapten B. McCrea (Jeff Garlin) juga memerintahkan segala tugasnya kepada sistem autopilot pesawat yang bernama AUTO (suara program MacInTalk). Saat WALL•E mengikuti EVE ke dalam kapal, kelakuannya yang tidak biasa, menyebabkan manusia dan robot bertindak tidak seperti biasanya. Khususnya M-O, robot dekontaminasi yang diprogramkan untuk membersih setiap pencemaran di dalam pesawat , ia mengejar WALL•E supaya ia dapat membersihkan kotoran asing yang bersumber dari Bumi, dan dua orang manusia bernama John (John Ratzenberger) dan Mary (Kathy Najimy) yang sebelumnya hanya melihat melalui media elektronik berupa monitor, sehingga mereka melihat pemandangan secara langsung karena WALL•E membuat mereka terlepas dari monitor yang terpasang di tempat duduk mereka.
Setelah sampai di dalam pesawat, EVE diaktifkan kembali dan diprogram untuk mengantar bibit tadi kepada McCrea agar diletakkan dalam alat pendeteksi yang dinamai holo-detector. Alat tersebut adalah sebuah mesin pendeteksi yang berfungsi memberikan informasi bahwa manusia dapat kembali hidup di Bumi, dan akan mengembalikan manusia ke Bumi secara otomatis setelah mendeteksi bibit tadi yang merupakan pedoman yang memungkinkan manusia untuk kembali hidup di Bumi. Sewaktu akan mendeteksi tumbuhan yang terdapat dalam tubuh EVE, bibit itu hilang. EVE dianggap telah rusak dan dikirim ke bagian perbaikan robot bersama WALL•E. Saat EVE diperiksa, WALL•E menyangka EVE akan dihancurkan oleh mesin pemeriksa tersebut, lalu ia merampas senjata plasma EVE dan menembakkannya, sehingga membebaskan robot-robot rusak lainnya di ruang perbaikan. Tindakan WALL•E menjadi ancaman bagi setiap penghuni pesawat Axiom, EVE dan WALL•E menjadi buronan yang dianggap robot berbahaya. EVE yang tidak tahan dengan sikap WALL•E, mencoba mengantarnya kembali ke Bumi dengan menggunakan sebuah kabin.
Saat asisten utama McCrea (GO-4) tiba dan menyimpan bibit yang hilang itu ke dalam kabin; GO-4 yang mencurinya tanpa diketahui McCrea. Melihat bibit tersebut, WALL•E memasuki kabin tempat diletaknya bibit tersebut. GO-4 akan menghancurkan kabin tersebut dengan mengaktifkan program penghancuran secara otomatis sehingga akan meledak setelah hitungan mundur 20 detik. Saat itu WALL•E berada di dalam kabin tersebut, namun WALL•E berhasil meloloskan diri bersama bibit itu sedetik sebelum musnahnya kabin tadi. EVE lega karena WALL•E menyelamatkan bibit itu dan mereka terbang dengan bahagianya di angkasa sekitar pesawat Axiom.
EVE dan WALL•E mengembalikan bibit itu kepada McCrea. Kapten McCrea ingin mengetahui bagaimana keadaan Bumi pada saat ini, lalu McCrea memutar rekaman yang direkam oleh kamera yang terpasang pada EVE, yang membuat EVE menyaksikan usaha WALL•E melindunginya ketika ia dalam status non-aktif. Akhirnya, EVE juga jatuh cinta pada WALL•E. Terpesona oleh gambar-gambar kehidupan zaman dulu di Bumi sebelum berdirinya Buy N Large, McCrea perihatin melihat kerusakan alam di Bumi yang digambarkan dalam rekaman EVE. Kemudian McCrea merencanakan agar manusia kembali ke Bumi untuk memulihkan segalanya. Namun, AUTO menegaskan bahwa manusia tidak boleh kembali ke Bumi, lalu ia terpaksa menampilkan tayangan berupa rekaman Shelby Forthright yang memerintahkan semua autopilot agar tidak mengembalikan manusia ke Bumi, karena proyek pembersihan yang diusahakan telah gagal. AUTO yang dirancang untuk menuruti perintah tersebut, memberontak dan membuang bibit tumbuhan tersebut. Dalam memperebutkan bibit itu, AUTO dengan ganasnya menyerang WALL•E yang mencoba melindungi bibit itu dan menekan tombol non-aktif di badan EVE. WALL•E dan EVE dibuang ke tempat pembuangan sampah bersamaan dengan bibit tadi, dan mengunci McCrea di dalam kamarnya.
Di tempat pembuangan sampah, EVE kembali aktif setelah sebuah tombol yang ada di dada EVE tersentuh oleh serangga. EVE berusaha mencari WALL•E, setelah menemukannya EVE melihat WALL•E telah rusak berat. Ia berusaha memperbaiki WALL•E, tapi usahanya sia-sia karena tidak ada komponen tubuh WALL•E yang cocok dengan yang ia temukan. Pada saat proses pembuangan sampah diaktifkan, gerbang pembuangan terbuka. Saat itu juga datang M-O yang mengejar WALL•E karena ingin membersihkan kotoran asing yang melekat di tubuh WALL•E. Kemudian M-O terjepit gerbang yang tertutup setelah sampah beserta WALL•E dan EVE dikeluarkan dari tempat pembuangan. Gerbang tidak sepenuhnya tertutup karena M-O terjepit pada gerbang saat mengejar WALL•E untuk membersihkan kotoran asing. Kesempatan ini digunakan oleh EVE untuk menyelamatkan diri dari pembuangan.
Setelah berhasil menyelamatkan diri dari tempat pembuangan sampah dengan bantuan M-O, EVE menolak perintah otomatis yang telah diprogramkan untuk membawa bibit ke pesawat. Ia masih berusaha untuk memperbaiki WALL•E, tapi WALL•E berharap EVE menuruti perintah tersebut sambil mengingatkan EVE jika seandainya mereka berhasil kembali ke Bumi, WALL•E dapat diselamatkan dengan suku cadang yang disimpannya.
WALL•E dan EVE membawa bibit tadi untuk diletakkan di mesin pendeteksi yang ada di pesawat Axiom dengan bantuan M-O. Mereka berdua dibantu McCrea yang menyuruh mereka agar cepat ke mesin pendeteksi tersebut, mereka juga dibantu robot-robot rusak yang membantu mereka dengan melawan robot-robot penjaga. McCrea membohongi AUTO dengan mengatakan bahwa bibit itu ada padanya, dengan mengelabui AUTO melalui visual dari monitor. Kemudian AUTO mendatangi McCrea, lalu mereka berkelahi. McCrea berhasil mengaktifkan mesin pendeteksi, mengakibatkan AUTO memiringkan posisi Axiom, mengakibatkan manusia-manusia yang tidak dapat berjalan menjadi berjatuhan dan tertumpuk di sudut pesawat. Auto mencoba menutup mesin pendeteksi tersebut, namun ditahan WALL-E dengan mengorbankan tubuhnya. McCrea berusaha untuk berdiri dan berjalan untuk mendekati dan mengalahkan AUTO. Pada saat perkelahian dengan AUTO, McCrea melihat tombol merah yang terbuka di bagian tubuh AUTO. Lalu McCrea menekan tombol tersebut, sehingga AUTO yang merupakan pengendali pesawat Axiom menjadi berstatus manual. McCrea dapat dengan sepenuhnya mengendalikan AUTO, dan mengembalikan posisi Axiom ke posisi semula. Akhirnya, bibit berhasil dimasukkan ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector), dan melepaskan WALL•E yang bertambah rusak karena terjepit mesin pendeteksi yang akan menutup. Setelah bibit tadi dimasukkan ke dalam holo-detector, pesawat Axiom menuju ke Bumi dengan kecepatan cahaya.
Setelah mendarat di Bumi, EVE bergegas memperbaiki dan menghidupkan kembali WALL•E dengan menggunakan suku cadang yang ada di tempat tinggal WALL•E. Sayangnya, WALL•E telah rusak berat dan hampir semua komponennya ditukar oleh EVE dengan yang baru. Meskipun WALL•E telah diperbaiki dengan sempurna, tapi WALL•E bukanlah WALL•E yang dikenal EVE. WALL•E telah menjadi WALL•E yang diprogram untuk mengerjakan tugasnya dan tidak memiliki perasaan dan ingatan yang dimiliki WALL•E yang EVE kenal. EVE sedih karena WALL•E yang dicintainya sudah tiada, EVE memegang tangan WALL•E lalu menempelkan kepalanya ke kepala WALL•E (bermakna ciuman). Percikan listrik dari “ciuman” tadi memulihkan ingatan dan kepribadian WALL•E, lalu dia dapat mengingat EVE dan bahagia karena dapat berpegangan tangan dengan EVE.
Manusia dan robot bekerjasama dalam memperbaiki kehidupan di Bumi dengan harapan baru, di bawah pimpinan McCrea. Akhirnya, kehidupan yang normal dapat dinikmati kembali oleh manusia. Seiring waktu dan kerjasama manusia dengan robot, Bumi kembali normal seperti sedia kala. Mengenai kelanjutan kehidupan manusia beserta para robot di Bumi, dapat dilihat pada lukisan-lukisan yang terdapat pada kredit penutup dalam film animasi ini.

Pembuatan

Andrew Stanton telah membayangkan WALL•E sebelum Toy Story dibuat: Ide ini terpikir saat Stanton mengilhami sebuah kalimat pertanyaan, "Jika manusia meninggalkan Bumi dan lupa mematikan robot terakhir yang tertinggal, apa yang akan terjadi?" Pete Docter telah mengembangkan tulisannya untuk film ini selama dua bulan pada tahun 1995, setelah mendengar penjelasan dari Stanton yang memutusan untuk membuat Monsters, Inc. (2001), ia juga masih ragu untuk menceritakan kisah cinta. Ide WALL-E masih membayangi otak Stanton, karena minatnya yang sangat besar terhadap luar angkasa dan mempersonifikasikan benda-benda mati.
Model robot didapati saat Stanton mengatakan kepada kru animator, "Bayangkanlah berbagai macam peralatan yang ada, kemudian cari perwatakan di dalamnya."[4] Ketika merencanakan tokoh utama, para animator mendapat ide dari sebuah binokular dan Luxo Jr., sebuah lampu yang ditampilkan dalam logo Pixar. Saat Stanton sedang bermain-main dengan sebuah binokular untuk mengekspresikan kesedihan. Stanton berkata, "Kalian tidak perlu membuat mulut, dan juga tidak perlu hidung, kalian dapat menampilkan kepribadian dari matanya, sehingga penonton akan merasakan ia bukanlah manusia yang berbadan robot". Bentuk fisik WALL•E mirip seperti kura-kura dan tank baja yang membuatnya dapat melalui berbagai jenis daratan. Stanton juga mengakui bahwa ia juga dipengaruhi oleh Johnny 5 dari film Short Circuit yang pernah ditontonnya sekali.
Stanton mengemukakan ceritanya kepada Ben Burtt yang juga berperan dalam pengisian suara.[7] Dalam film ini sedikit sekali percakapan; Stanton bercanda dengan mengatakan, "Saya sebenarnya sedang membuat R2-D2: The Movie", dengan melibatkan karya-karya Burtt di Star Wars. Untuk menghasilkan percakapan, Burtt mengambil berbagai macam bunyi mekanik, lalu menggabungkannya supaya menyerupai percakapan.[5] Ketika WALL•E mengisi ulang baterainya melalui tenaga sinar matahari, ia membunyikan suara yang mirip dengan bunyi pembukaan dari komputer Macintosh saat ini.[9] Masalah minimnya percakapan dalam cerita, produser eksekutif John Lasseter menyatakan bahwa seni animasi adalah tentang tingkah laku suatu watak, bukan percakapannya. Berpedomanlah pada bagaimana kalian menceritakannya, bukan banyak dan sedikitnya dialog."

Hubungan WALL•E dengan film-film Pixar lainnya

Film-film animasi keluaran Pixar sering menghubungkan karakternya dengan proyek-proyeknya yang lain. EVE mengingatkan sebuah truk Pizza Planet dari Toy Story. Mainan Rex dan Hamm dari Toy Story, terlihat pada adegan-adegan di kawasan tumpukan sampah. Sebuah mainan Mike dalam Monsters, Inc. juga terlihat dalam kawasan tersebut. Pada saat WALL•E akan tidur yang merupakan adegan di awal film, di atas rak terdapat sebuah patung kepala Frozone dari The Incredibles. Pada adegan akhir film, terlihat sebuah lukisan mozaik penyu dari Finding Nemo. Kode A113 yang selalu dimasukkan dalam setiap film Pixar sampai sekarang, merupakan kode yang berperan penting dalam film WALL•E. John Ratzenberger menjadi pengisi suara salah satu karakter di film ini, seperti yang dilakukannya dalam setiap film-film animasi produksi Pixar sebelumnya.

A Bug's Life


A Bug's Life

A Bug's Life adalah sebuah film animasi grafik komputer buatan Amerika Serikat, yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures dan Buena Vista Distribution di Amerika Serikat pada tanggal 25 November 1998. A Bug's Life adalah film animasi kedua yang dibuat oleh Disney/Pixar, film ini juga merupakan film animasi ketiga setelah Toy Story dan Antz. Film ini disutradarai oleh John Lasseter dan juga film terakhir dari Madeline Kahn dan Roddy McDowall.

Sinopsis

Penduduk negeri semut selalu mencari makan secara bergotong royong. Tetapi, makanan yang dikumpulkan dengan susah payah ini, sering dijarah oleh gerombolan belalang yang dipimpin Hopper. Karena kecil dan lemah, mereka juga ditindas dan dipaksa menyediakan makanan untuk para belalang tamak tersebut.Salah seorang warga semut bernama Flik, pergi untuk menghadapi Hopper. Tapi yang dibawa pulang Flik hanyalah kutu-kutu pemain sirkus yang dikira prajurit perang. Lalu, Flik punya ide baru yaitu membuat burung tiruan untuk menakut-nakuti gerombolan belalang. Namun rencana gagal karena P.T.Flea, si pemimpin sirkus tiba-tiba datang. Masyarakat semut marah besar setelah tahu hal tersebut. Flik dan kutu-kutu itu pun diusir. Atas permintaan Putri Dot, Flik kembali lagi ke negeri asalnya. Flik meneruskan pembuatan burung tiruan itu. Ketika diterbangkan, gerombolan belalang itu lari kocar-kacir ketakutan. Namun, masalah terjadi karena burung tiruan itu jatuh. Hopper pun sadar bahwa dirinya telah dibohongi. Hopper pun bertambah marah. Flik spun memberanikan diri untuk menantang Hopper. Keberanian Flik ternyata menyadarkan masyarakat semut untuk bersatu melawan gerombolan belalang. Dengan cerdik, Flik memancing Hopper ke arah sarang burung. Hopper yang sedang marah pun tak sadar didekatnya ada burung yang siap menyantapnya. Hopper pun habis dimakan burung.

Para Pemain

Francis (Denis Leary)
kumbang yang punggungnya bertotol-totol ini sering bingung sendiri karena dikira kumbang betina. Ia salah satu personil trio badut dari sirkus yang sipimpin P.T.Flea.
Flik (Dave Foley)
semut jantan ini dikenal pekerja keras dan kreatif. Salah satunya, ia membuat mesin pengolah hasil panen untuk meningkatkan persediaan makanan.
pemilik sirkus terbaik di dunia. "Sirkus P.T.Flea". Ia selalu menginginkan yang terbaru dan terbaik. Oleh karena itu, tak segan-segan ia memecat pemain yang penampilannya buruk.
Putri Atta (Julia Louis-Dreyfus)
putri nan cantik ini adalah putri mahkota kerajaan semut. Ia akan mewarisi tahta kerajaan. Ia mempunyai adik bernama Putri Dot (Hayden Panettiere) yang selalu dianggap masih kecil.
Heimlich (Joe Ranft)
ulat keket yang bertubuh gendut dan hijau ini hobinya makan. Ia juga personil trio sirkus.
Hopper (Kevin Spacey)
belalang bertampang seram ini benar-benar tamak. Ia sendiri sebenarnya malu dan iri karena termasuk golongan serangga yang rendah. Karena itu, ia tega menindas semut yang kecil dan lemah.

Ice Age Dawn of The Dinosaurs


Ice Age: Dawn of the Dinosaurs

Ice Age: Dawn of the Dinosaurs adalah sebuah film animasi CGI yag dibuat oleh Blue Sky Studios dan dirilis oleh 20th Century Fox pada tahun 2009. Film ini merupakan sekuel dari film Ice Age dan Ice Age: The Meltdown produksi tahun 2002 dan 2006. Film ini disutradarai oleh Carlos Saldanha. Ray Romano, Queen Latifah, Seann William Scott, Josh Peck, Simon Pegg, dan Chris Wedge berperan dalam pengisian suara di film ini.

Sinopsis

Ellie (Queen Latifah) dan Manny (Ray Romano) sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka, dan Manny membuat hidup yang terobsesi dengan sempurna dan aman untuk keluarga, karena pengalaman pertama sebagai seorang suami dan ayah menjadi buruk ketika keluarganya dibunuh oleh pemburu. Pada saat yang sama, Diego (Denis Leary) tidak mampu menangkap seekor kijang sombong (Bill Hader) ia telah memburu dan memutuskan untuk meninggalkan kawanan, percaya bahwa ia kehilangan predator alam sebagai harimau. Sid (John Leguizamo) iri pada Manny dan Ellie dan "mengadopsi" tiga telur yang dia temukan di dalam gua bawah tanah yang dingin dan memanggil mereka Eggbert, Shelly, dan Yoko. Manny memberitahu dia untuk mengembalikannya, tapi Sid tidak mau melakukannya dan dari telur itu muncullah dinosaurus.
Meskipun Sid mencoba sebaik-baiknya untuk meningkatkan tiga dinosaurus, perilaku kasar mereka tidak pergi dan melukai semua binatang lain yang masih muda dan meruntuhkan taman bermain Manny dan Ellie yang dibangun untuk bayi. Seorang perempuan Tyrannosaurus, Momma, yang dicuri telurnya oleh Sid, segera kembali dan membawa Sid dan anak-anaknya ke bawah tanah, dengan Diego dalam pengejaran. Manny, Ellie, Crash, dan Eddie (Seann William Scott, Josh Peck) juga mengikuti dan menemukan bahwa es gua mengarah ke hutan besar yang dihuni oleh dinosaurus yang punah. Di sini, sebuah Ankylosaurus mengancam mereka dan Diego; mereka diselamatkan dari kerumunan reptil lagi oleh musang bermata satu bernama Buckminster, atau Buck (Simon Pegg).
Buck telah tinggal di hutan ini selama beberapa waktu dan mengejar Rudy, Baryonyx albino yang besar, dengan maksud membalas kehilangan mata kirinya di tangan Rudy. Dia setuju untuk memimpin kawanan melalui hutan itu bahaya ke Air Terjun Lava, di mana Momma, Sid dan bayi-bayinya. Pada satu titik, mereka harus menyeberangi "jurang maut" yang penuh dengan asap gas (campuran helium dan gas ketawa, sehingga siapa pun yang bernapas di dalamnya akan tertawa tak terkendali ketika berbicara dalam sebuah suara bernada tinggi). Sementara itu, Sid dan Mama mencoba untuk mengalahkan satu sama lain dalam memberi makan keturunannya, ia kalah kontes ini, tapi dia segera diterima ke dalam keluarga mereka. Keesokan harinya, bagaimanapun, Sid terpisah dari keluarga dan diserang oleh Rudy. Sid bertahan di lempengan batu yang lepas yang mengambang di sungai lava dan akan menurun di atas air terjun.
Ketika kawanan bergerak menuju Air terjun Lava, Ellie mulai melahirkan dan tanpa sengaja menyebabkan longsoran batu yang memisahkan dirinya dari Manny, Buck, Crash, Eddie, dan Diego. Manny melindungi dari tempat penyerang keluar dan Diego melindungi dari tempat Ellie, sementara Buck mengambil Crash dan Eddie untuk menyelamatkan Sid. Sama seperti ia berjalan di atas air terjun, ketiganya dengan mengendarai Pteranodon dan dikejar-kejar oleh kawanan Quetzalcoatlus di tengah jalan dan menyelamatkan hidupnya. Manny mencapai Ellie, dan tiba-tiba ada reaksi, teriakan bayi yang baru lahir, kemudian ia melihat bahwa itu adalah seorang gadis. Dia ingin menamainya Ellie, atau Little Ellie, tapi yang dipilih adalah Ellie Persik-nya setelah buah (dan kode yang mereka pilih jika Ellie mau melahirkan selama perjalanan). Sid menyerah kepada kenyataan bahwa dia tidak pernah punya kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anak-anak"nya" saat ia kembali ke kawanan dan belajar dari kelahiran Persik.
Ketika mereka kembali ke terowongan, mereka terkejut melihat Rudy ada di pintu masuk. Rudy keluar dari terowongan dan menyerang dengan kekuatan penuh; Buck mengumpan Rudy agar menjauh dari kelompok dan hampir dimakan, sebelum Diego menyelamatkan dia pada detik terakhir. Manny, Sid, Diego, dan Buck mengatur rencana untuk menjerat Rudy dan membuat dia tidak sadar, tetapi ketika mereka mulai pergi, Sid tersandung salah satu tali dan tali itu terpotong. Rudy langsung pulih dan lolos, dan akan menyerang Sid ketika Mama tiba di tempat kejadian, mendorong Rudy dan menjatuhkannya dari tebing sebelum kemenangannya. Ketika dia dan anak-anaknya berharap Sid baik, Buck - sekarang tanpa tujuan dalam hidup, karena Rudy sudah pergi - memutuskan untuk bergabung dengan kawanan dan hidup di permukaan. Namun, sebuah raungan mengatakan kepadanya bahwa Rudy masih hidup, ia berubah pikiran dan mengirimkan kawanan ke rumah, menghalangi dari jalan ke bawah tanah hutan pada saat yang sama sehingga tidak ada orang lain dapat pergi ke sana. Manny dan Ellie memberi Persik selamat datang ke dalam dunia beku dan mengakui bahwa Sid melakukan pekerjaan yang baik mengurus anak-anak Momma (meskipun Manny dan Diego mengatakan bahwa dia tidak akan pernah membiarkan Sid menjaga Persik). Diego memutuskan untuk tetap dengan kawanan, sementara Buck tinggal di mana dia ingin menjadi: bawah tanah, berjuang menghadapi Rudy.

Keuntungan

Sampai saat ini film ini sudah mengantongi keuntungan sebanyak 875 Juta Dollar, menempatkannya pada posisi ke 16 daftar film dengan keuntungan terbesar sepanjang masa, peringkat kedua film terlaris tahun 2009 (setelah Harry Potter and the Half-Blood Prince, dan juga berhasil menjadi film animasi kedua yang keuntungannya paling besar (setelah Shrek 2 serta berhasil menggulingkan posisi Finding Nemo yang sebelumnya menduduki posisi kedua, dengan keuntungan 864 Juta Dollar AS.